Seringkali kita lupa, menjadi hidup itu sesederhana punya mimpi kecil tuk digenggam
Photo by Jordan Whitt on Unsplash
Apa kamu ingat masa-masa kamu memainkan kaki di kubangan air setelah hujan reda? Karena aku ingat betapa gembiranya saat hal itu terjadi. Bahkan saat hujan mengguyur dedaunan tanaman ibu didepan rumah, aku melihatnya dengan gembira dibalik jendela. Menatap dengan harap-harap supaya hujan lekas mereda dan kesempatan bermain itu datang. Kecehan!
Ngga bisa dipungkiri keinginan-keinginan kecil seperti itu dulu sudah cukup membuat diri kita bahagia dan merasa hidup. Namanya juga masa kecil. Tapi pernah ngga sih terpikir meski sudah besar, ngga papa loh bersikap seperti anak kecil sesekali. Seperti halnya mainan air setelah hujan. Bagiku orang-orang yang demikian berjiwa bebas, jujur dengan diri sendiri dan ngga merasa menjadi dewasa ngga perlu selalu melepas hal-hal kecil yang sempat bikin bahagia.
Dari satu kubangan air ke kubangan air lainnya, happy banget kalo mengingat hal itu.
Berbahagialah dari hal kecil
Kali ini ngga ada kaitannya dengan main air, tapi bicara soal bahagia yang kecil. Punya mimpi sesederhana pingin mainan air setelah hujan itu sudah cukup bikin gembira kan? Dan hari ini rasanya aku pingin kembali mencoba hidup dengan lebih berbahagia tanpa merasa terbebani dengan masa beranjak dewasa.
Bahagiaku hari ini cukup sederhana. Sedang berkutat dengan instagram karena kebosanan melanda dan ngga sengaja ada audio berputar..
"Bagaikan kuncup memulai 'tuk merekahBegitu hidup kucoba 'tuk melangkahAku siap melangkah sendiri"
Doo be doo- Gita Gutawa
"Bagaikan kuncup memulai 'tuk merekah
Begitu hidup kucoba 'tuk melangkah
Aku siap melangkah sendiri"
Irama lagunya yang bikin happy bikin hormon endorfin melesat seketika. Sampai akhirnya muter lagu itu terus sampai 30 menit kedepan. Sambil nugas sambil karaoke. Seselesainya, aku baca-baca liriknya yang dalam persepsiku menggambarkan proses dewasa. Tapi yang menjalaninya dengan bahagia, optimis, dan punya caranya sendiri alias ngga mau didikte. Inget kan dulu waktu kecil siapa yang bilang pingin cepet dewasa karena pingin ini itu? Baru bayangin jadi dewasa aja seneng dan udah ngga sabar.
Menjadi Dewasa
Setelah bertambah umur yang istilahnya adalah beranjak dewasa ternyata rasanya ngga semenyenangkan yang dibayangkan. Tentu kalo selama prosesnya yang dipikir terlalu jauh dan justru ngga hidup di hari ini. Tapi memang hidup tuh ada aja masanya. Kadang diatas kadang dibawah, kadang bahagia kadang juga sedih, pokoknya bumbu-bumbu kehidupan selalu ada aja yang dateng.
Tapi kalau baca lirik lagu doo be doo ini proses siap untuk melangkah sendiri digambarkan dengan sangat apik yang tentunya bikin semangat, sama kaya lagunya. Penggambaran kesiapan atas penantian panjang buat memasuki jenjang kehidupan yang baru ini cukup jadi reminder juga buat yang sudah mengalami masa melangkah sendiri. Perlu refleksi diri lagi dan mulai untuk fokus dengan jalannya sendiri tanpa perlu dengerin apa kata orang. Karena tiap orang punya caranya sendiri-sendiri dan tentunya jalan yang berbeda.
Selain itu, dilirik lagunya juga diingetin tentang perlunya kita membuka hati terhadap hal-hal baru dan kesempatan-kesempatan yang membawa diri pada pengalaman baru. Meski saat mengambil keputusan belum tentu tau apa gunanya tapi di suatu hari nanti pasti paham maknanya. Maka dari itu jangan takut buat melangkah.
Akhir Kata
Hidup memang harus punya tujuan dan mimpi supaya lebih berarti. Tapi selama prosesnya kadang kita terlalu fokus dan lupa buat sekedar berbahagia. Ngga harus nunggu burnout buat bahagia, ngga harus punya hal-hal besar dulu buat bahagia. Cukup mengingat masa-masa membahagiakan lagi dan menduplikasi kegiatannya untuk merasakan kembali kebahagian yang ada. Mulai dari yang sederhana, sesederhana mengingat memori kecil~


0 Komentar