Di dalam Ilustrasi di atas, terdapat gambaran dua orang. Di sisi atas, ada seseorang yang sedang berusaha untuk terus menggali tanah menuju kumpulan berlian. Dan disisi bawah, terdapat seorang yang berbalik arah dari tempat kumpulan berlian. Dari ilustrasi tersebut, kita bisa menafsirkan bahwa lelaki di gambar atas diibartakan sebagai seseorang yang terus berusaha meskipun belum tahu apa yang akan ia temui diujungnya. Dan lelaki yang dibawah itu menggambarkan tentang seseorang yang menyerah pada masa mereka berproses, tanpa tau kalau yang ia tuju sebenarnya sudah didepan mata.
Kebanyakan dari kita masih tergolong ke dalam tokoh lelaki yang di bawah. Karena masih banyak ditemui orang-orang yang ketika dalam masa mereka berproses, mereka banyak mengeluh dan akhirnya menyudahi perjuangannya menuju tujuan yang sudah mereka tetapkan. Istilahnya adalah menyerah.
Untuk sebagian orang, menyerah itu memang bukan pilihan. Tapi banyak yang akhirnya terjerumus jatuh ke dalam pilihan menyerah ketika berulang kali mencoba tetapi masih belum mendapatkan hasil yang sepadan. Sebenarnya itu adalah hal yang wajar, karena ketika kita sudah mengupayakan segalanya dan belum melihat hasil dari usaha kita, tentunya tekanan akan semakin terasa dan berujung membebani diri sendiri.
" In the summer of 2009, I was 19 years old working a summer position at Target between my freshman and sophomore year at undergraduate school. I was working in the women's clothing department and I noticed a lady starring at me from across the aisle."
Disitu Deshauna mulai berbicara tentang seorang wanita yang entah kenapa menatapnya secara intens ketika ia sedang bekerja di Target. Singkat cerita, akhirnya wanita tersebut perlahan berjalan menghampirinya dan menyapa "Halo" lalu menanyakan beberapa hal, dan diakhiri dengan kalimat "Aku pikir kamu bisa menjadi Miss USA selanjutnya". Setelahnya, wanita itu meminta Deshauna untuk menemuinya di Starbuck keesokan harinya. Disana wanita itu banyak menjelaskan tentang kontes Miss USA.
Tiga bulan kemudian, Deshaunapun mengikuti kontes Miss USA, dengan ketentuan dia harus memenangkan kontes di negaranya dulu. Pada percobaan pertama tersebut, dia gagal lolos dan mencobanya kembali di tahun berikutnya. Namun di tahun keduanya pun dia tetap gagal, akhirnya dia mencoba lagi untuk ketiga kalinya dan berakhir gagal lagi. Meskipun Deshauna gagal, dia tetap mencoba di tahun ke empatnya dan ternyata tetap saja gagal. Pantang menyerah, diapun mencoba yang kelima kalinya dan gagal lagi. Di tahun keenam, dia mencoba lagi dan tetap saja gagal meskipun sudah enam kali mencoba.
Akhirnya Deshauna pun menghubungi wanita yang ditemuinya dulu dan di dalam pidatonya dia bilang "I call her on the phone and said you told me I could be the next Miss USA. And she says Deshauna keep working, keep working. Don't Quit. Keep Going Back". Lalu di bulan Juni 2015 wanita itu meninggal karena penyakit leukimia. Dan 6 bulan setelahnya di bulan Desember 2015, Deshauna akhirnya memenangkan Miss District of Columbia USA. Berlanjut 6 bulan setelah itu di Juni 2016, Deshauna menjadi tentara pertama yang memenagkan Miss USA.
Dari pengantar pidatonya dengan cerita tersebut, Deshauna mengingatkan bahwa "kita tidak boleh takut akan kegagalan, tapi kita harus takut dengan penyesalan". Dan satu yang jadi poin pentingnya adalah disini "Giving up is the birth of regrets".
Dalam kelanjutan pidatonya Deshauna menekankan untuk jangan sampai kita takut dengan kegagalan, karena di kehidupan ini kita akan banyak menemui penolakan. Karnanya kita tidak boleh takut dengan kata tidak. Takutlah pada kesempatan yang sebenarnya kamu bisa katakan iya tetapi justru kamu mengatakan tidak karena mungkin kamu tidak yakin dengan pilihan yang akan kamu buat. Kunci dalam menemukan apa yang cocok dengan kita itu bisa jadi didapatkan dengan melalui banyak percobaan.
Berangkat dari kata tidak dan semua penolakan yang kita dapatkan, kita bisa jadikan itu sebagai bahan bakar untuk terus mencoba sampai pada akhirnya membuat kita harus bekerja lebih keras dari sebelumnya demi mendapatkan kata iya. Pada penutupan pidatonya Deshauna menantang kita untuk bekerja lebih keras, untuk tidak berhenti pada satu titik dan tidak takut pada penolakan dan justru malah harus menyambutnya.
Dari cerita tersebut, biarkan saya menyimpulkan sedikit dari apa yang sudah tertulis diatas. Ketika kita dalam masa berproses ataupun dalam keadaan apapun, jangan pernah sekalipun kita takut pada penolakan dan berhenti ditengah perjalanan yang kita lakukan. Hal itu pada akhirnya akan menjadi sebuah penyesalan yang mungkin cukup besar. Karena menyerah adalah awal dari penyesalan.
Semoga bermanfaat :D




0 Komentar