
Entah hanya perasaanku aja atau ngga, tapi tahun 2021 ini rasanya seperti lebih merasa hidup daripada tahun sebelumnya - dan juga cepat. Meskipun dunia masih dirundung dengan permasalahan pandemi yang sama, tapi kulihat orang-orang rupanya sudah cukup hebat untuk bisa bertahan menghadapi waktu-waktu yang sulit. Bahkan aku lihat makin banyak juga orang yang semakin bisa hidup untuk hari ini sebagai hasil belajar dari yang sudah berlalu. Yap! Bagiku ini pelajaran berharga di tahun ini.
"Untuk tidak membiarkan waktu berlalu begitu saja"
Tentu saja untuk sampai pada titik dimana kita berdiri saat ini - untuk bisa menerima dan mencoba hidup yang sedikit berbeda, tidaklah secepat kedipan mata. Untuk aku sendiri, butuh hampir 2 tahun sampai bisa nerima seperti lagunya Bondan Prakoso -"Yasudahlah~" .
Menunju akhir tahun yang cukup sulit untuk kita semua, dan juga menyambut kehidupan yang akan mulai normal lagi tentunya, aku ingin mengulas kembali bagaimana proses yang terjadi dan pelajaran apa yang bisa aku ambil dari sini. Berkat pelajaran berharga yang aku dapat juga di tahun ini, aku pun juga ngga mau hal yang berlalu dibiarkan berlalu begitu saja. Harapannya, dari apa yang sudah dilewati ini bisa dijadikan pengingat atau bahkan pedoman hidup yang baru.
Memulai Kembali
Setelah dikagetkan dengan adanya pandemi di tahun 2020, kita mendadak dituntut untuk mengubah gaya hidup kita secara besar-besaran. Meski kelihatannya agak menyebalkan-bahkan memang sangat menyebalkan, tapi pandemi juga yang rupanya memberikan kita sedikit ruang untuk berbenah diri. Kita diberikan waktu untuk mereview ulang dan menata ulang hidup kita menuju titik yang baru. Sebuah titik berbeda yang bahkan tidak pernah ada dalam rencana. - perubahan total. Tentunya kesadaran bahwa waktu pandemi ini adalah waktu yang tepat untuk memulai hidup kembali tidak terpikirkan begitu saja.
Perasaan Kesal
Di tahun 2020, awalnya kita merasa sangat kesal dengan keberadaan virus corna yang membuat segalanya berubah. Dalam kasusku, aku yang seharusnya sedang menjalankan magang dan persiapan ppl, justru berakhir dirumah saja sesuai dengan anjuran dari pemerintah - #DiRumahAja . Tentunya hak sebagai mahasiswa terasa ada yang hilang, menguap begitu saja tanpa tahu harus kemana kita meminta pertanggung jawaban atas kerugian yang mendadak harus kita hadapi. Tentu banyak yang merasa rugi, karena apa yang kita dapat secara online dan offline memang sangat berbeda. Akhirnya yang terasa saat itu hanyalah kekesalan.
Penerimaan
Setelah melewati pergolakan batin akibat pandemi, akhirnya orang-orang - pun termasuk aku - mulai berlomba-lomba melakukan banyak hal baru. Ada yang mulai sibuk dengan mencoba bergelut dengan dunia tanaman, ada yang mencoba mengulik dunia artistik, bahkan ada juga yang merubah karir jadi content creator - Mungkin mereka sadar kalau inilah saat yang tepat. Pada akhirnya, kita mencoba lupa dengan pandemi dan menerimanya dengan membuat diri kita sibuk dengan hal yang bisa dilakukan.
Perjalanan Waktu
Setelah menerima, tentunya kita ngga pernah berhenti berharap bahwa mimpi buruk pandemi ini segera berlalu. Banyak yang rindu liburan atau bahkan hanya sekedar ke mall tanpa perlu was-was sana sini. Namun waktu demi waktu nyatanya semua rencana menuju kehidupan "normal" tak kunjung terealisasikan juga. Hingga penerimaan untuk tinggal sementara dirumah - meski nyatanya 1 tahun lebih - berubah jadi penerimaan untuk hidup beriringan dengan virus corona selama tahun 2021. Yang menyebalkannya, virus ini juga ngga mau kalah untuk terus hidup dan melahirkan banyak jenis baru.
Beruntungnya manusia yang dianugerahi dengan pemikiran, sehingga terlahirlah para ilmuwan-ilmuwan yang tidak hanya diam dan terus berusaha untuk menemukan jalan keluar dari pandemi. Rupanya kesabaran kita semua membuahkan hasil, hingga para ilmuwan pun juga mendapatkan penemuan vaksin yang cukup membuat kita punya harapan untuk hidup normal kembali. Ya meskipun sama seperti penerimaan pandemi, untuk bisa tervaksin seuruhnya juga butuh proses yang ngga sebentar.
Secercah Cahaya
Hingga sampailah kita di penghujung tahun 2021, menuju kehidupan yang kian hari kian membaik. Sampai tibalah pengumuman bahwa akan di tahun 2022 nanti, pertemuan tatap muka di sekolah akan diberlakukan kembali. Akhirnya buah kesabaran kita semua terlihat juga, meskipun ada yang sudah terlanjur nyaman dengan kehidupan yang baru. Bahkan beberapa perusahaan pun ada yang tetap menggunakan sistem Remote Work dan Work From Home. Tapi itulah indahnya berproses dalam keadaan yang awalnya gelap, sampai ternyata terlihat juga titik terangnya.
Akhir Kata
Pada akhirnya hal yang awalnya sangat menyebalkan hingga membuat banyak masalah baru berhasil kita lewati. Meski ngga bisa dipungkiri kalau banyak hal yang hilang, kita harus ingat bahwa sudah sejauh ini kita bertahan. Kita sudah cukup hebat untuk tidak menyerah dengan keadaan. Jangan sampai kita lupakan perjuangan kita selama mencoba bertahan di tahun yang sulit. Karena sejatinya kita memang hidup beriringan dengan masalah. Kalo kata Lenka sih trouble is a friend. Tapi pada intinya, pandemi banyak mengajarkan kita hal berharga. Salah satunya adalah untuk selalu mencoba mencari cahaya di tempat yang terlihat gelap. Yang pasti, dua tahun ini jangan sampai kita biarkan berlalu begitu saja. Kita harus ingat apa yang kita dapat.
0 Komentar